Sabtu, 08 Mei 2010

Ulasan Jurnal

( Tugas Bahasa Indonesia)
Pada penulisan jurnal, tujuan penulisan atau penelitian biasanya tidak ditulis per point, tetapi di tulis dalam bentuk kalimat dalam suatu paragraf. Selain itu pada akhir kalimat pada bagian abstrak perlu di tulis kata kunci yang dapat memudahkan pembaca jurnal memahami arti atau maksud dari penulisan judul yang di tulis. Pada bagian abstrak, latar belakang dari tujuan penulisan ilmiah lebih baik di cantumkan pada awal paragraf, baru kemudian disusul oleh tujuan penulisan. Hal ini bertujuan untuk memberi pemahaman mengenai sebab di angkatnya suatu penelitian.
Pada bagian pendahuluan, latar belakang penelitian perlu di tulis secara ringkas dan padat. Sehingga perlu diperhatikan agar tidak di cantumkan kata yang mempunyai arti hamper sama, yang dapat menyebabkan kesan pemborosan kata. Pada bagian, tinjauan pustaka, penulisan jurnal yang diulas, dianggap sudah sesuai dengan petunjuk penulisan ilmiah yang ada pada umumnya, yaitu memuat teori penting yang mendukung dan berhubungan langsung dengan penulisan yang diangkat, disusul oleh penulisan nama penulis satu kata nama terakhir dan tahun terbit.
Penulisan nama penulis dan tahun terbit pada metode penelitian, tidak perlu dicantumkan seperti pada penulisan tinjauan pustaka. Selain itu pada bagian metode penelitian jurnal yang diulas kurang mecantumkan rumus dasar yang digunakan beserta keterangan dari masing-masing rumus. Seperti rumus metode chi square pada penulisan jurnal yang diulas.
Pada bagian hasil dan pembahasan jurnal yang diulas, kurang memuat ringkasan data yang dapat menunjukan hasil perhitungan dari metode penelitian yang digunakan. Sehingga hasil perhitungan dari metode penelitian yang digunakan kurang dapathami, karena hanya memuat hasil penelitian berupa paragraf disertai hasil data penelitian yang tercantum secara tiba-tiba. Penulisan paragraf tidak perlu di ulang. Pada bagian kesimpulan dan saran, jurnal yang diulas sudah cukup jelas menuliskan kesimpulan yang dapat menjawab tujuan penulisan yang pertama. Namun tujuan penulisan yang kedua, yaitu faktor-faktor yang membedakan tingkat kepuasan konsumen kurang dicantumkan, hasil penelitian dan pembahasan pada bagian jurnal sebelumnya, yaitu bagian hasil penelitian dan pembahasan.
Pada bagian penulisan saran-pun, kurang mencantumkan pembahasan yang termuat di bagian saran. Seperti mengenai lengkapnya persediaan barang di kedua mini market, harga yang lebih murah karena upaya meminimalkan biaya, penambahan pelayanan dengan fasilitas pesan belanja melalui telepon.

Minggu, 04 April 2010

Jawaban Tugas 1, Teori Ekonomi 2

Pilihan Berganda :

1. b. Perekonomian tertutup dengan kebijakan fiskal

2. b. Kebijakan Moneter

3. a. Permintaan uang untuk transaksi

4. c. Neraca perdagangan mengalami surplus

5. d. jauh-dekatnya dari pasar

6. b. Pendapatan absolute

7. a. Paling efektif

8. d. Selective credit control

9. b. Rendah atau kecil

10. a. Permintaan uang untuk transaksi dan untuk berjaga-jaga

11. c. Besarnya transaksi

12. c. John Maynard Keynes

13. b. Expenditure sector

14. a. Keuntungan yang diharapkan dan tingkat bunga

15. b. Marginal Effisiency of capital

16. b. Tingkat suku bunga rill sama dengan suku bunga nominal dikurangi inflasi

17. d. Investasi otonomi

18. b. Cost of capital effect

19. a. Penyesuaian portfolio di sector moneter

20. b. John Maynard Keynes

21. a. Cost of capital effect

22. b. Memberikan petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bias diambil untuk memecahkan masalah ekonomi

23.a. Pengangguran dan ketimpangan neraca pembayaran

24. c. Harga barang dan jasa

25. d. Meningkatan kapasitas produksi

26. b. Berlaku hokum say

27. c. Nilai nominal uang

28. d. Pendapatan masyarakat

29. a. 1/1-c

30. a. Neraca perdagangan

31. d. Pengeluaran Negara

32. a. Bertambahnya jumlah uang inti

33. b. Bunga kredit bank

34. b. John Maynard Keynes

35. d. Tingkat harga dan GDP nominal

36. c. Money Multiflier

37. a. The wealth of nation

38. c. Money multiflier

39. c. Kurva yang menunjukkan hubungan pendapatan nasional pada tingkat investasi

40. d. Keseimbangan semu

41. d. Tingkat bunga

42. a. Selective credit control

43. a. Adam smith

44. b. Adam smith

45. b. Cost inflation

46. a. Hipotesa konsumsi

47. a. Menerangkan proses inflasi jangka panjang di Negara sedang berkembang

48. b. Penagngguran

49. a. Dari segi kenaikkan harga output

50. c. Supply inflation

Essay.

  1. Tiga pos kebijakan fiscal pada sisi pengeluaran anggaran:

· Belanja barang dan jasa (G)

· Gaji pegawai (W)

· Transfer Payment/subsidi (Tr)

Empat pos kebijakan fiscal pada sisi pendapatan:

· Penerimaan pajak (Tx)

· Kredit likuiditas bank sentral (U)

· Pinjaman/obligasi dalam negeri (B)

· Pinjaman/utang luar negeri (F)

Konsep deficit:

· Konsep 1 : G + W + Tr > Tx

· Konsep 2: G + W + Tr > Tx + B

· Konsep 3: G + W + Tr > Tx + B + F

U > 0

Konsep surplus:

· Konsep 1 : G + W + Tr <>

· Konsep 2: G + W + Tr <>

· Konsep 3: G + W + Tr < style=""> + B + F

U < 0

Konsep seimbang:

· Konsep 1 : G + W + Tr = Tx

· Konsep 2: G + W + Tr = Tx + B

· Konsep 3: G + W + Tr = Tx + B + F

U = 0

Kamis, 18 Maret 2010

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke DKI Jakarta

Jumlah Kunjungan Wisman Ke DKI Jakarta Bulan Juni Dalam Empat Tahun Terakhir

Grafik 1
Sumber: http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/component/content/article/176-latest/1434-pariwisata-dki-jakarta-3-agustus-2009


Umumnya para Wisatawan mengadakan perjalanan ke suatu tempat wisata adalah untuk menikmati keindahan pemandangan tempat tujuan wisata yang mereka kunjungi. DKI Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia menjadi suatu tempat tujuan para Wisatawan mancanegara dari berbagai negara. Kedatangan para Wisatawan Mancanegara (Wisman) itu pun mengalami perubahan setiap waktu. Tampilan pada grafik 1,menunjukkan tingkat perkembangan kunjungan Wisman yang mengunjungi DKI Jakarta dalam rentang waktu bulan Juni dalam empat tahun terakhir, yaitu pada tahun 2006, 2007, 2008, dan 2009

Dari grafik 1,dapat diketahui kunjungan Wisman ke DKI Jakarta menurun cukup tajam pada bulan Juni tahun 2007 dari tahun sebelumnya,Juni 2006. DKI Jakarta mendapat jumlah kunjungan Wisman tertinggi pada bulan Juni 2009. Kunjungan Wisman ke DKI Jakarta mempengaruhi pula pada perkembangan tingkat hunian tempat penginapan,seperti hotel berbintang. Grafik 2 menunjukkan Tingkat Penghuni Kamar (TPK) hotel berbintang satu, hotel berbintang lima maupun persentase tingkat penginapan gabungan dari semua hotel berbintang yang berada di Jakarta,pada rentang waktu bulan Mei dan Juni tahun 2009.

Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing dan Tamu Indonesia Hotel Berbintang
di DKI Jakarta, Bulan Mei 2009 dan Juni 2009

Grafik 2
Sumber: http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/tentang-jakarta/perangkat-daerah/185-berita-resmi-statistik/1435-pariwisata-dki-jakarta-3-agustus-2009-tabel-2-3-a-4-


Persentase tingkat hunian hotel berbintang satu pada bulan Juni tahun 2009 menjadi tingkat hunian terendah dari semua tingkat hunian hotel berbintang di DKI Jakarta . Hotel bintang lima mendapat TPK tertinggi dari semua TPK hotel berbintang satu pada tahun 2009. TPK hotel berbintang lima pada bulan Mei 2009 –pun mendapat persentase terbesar. Sehingga dapat dikatakan, TPK seluruh hotel berbintang satu samapai dengan bintang lima yang mendapat persentase tertinggi atau persentase yang terbaik adalah pada hotel bintang lima.

Senin, 01 Maret 2010

Banyaknya Perusahaan Penunggak Pajak

Di berbagai media cetak maupun elektronik saat ini banyak membahas mengenai perusahaan-perusahaan yang tergolong besar yang masih menunggak pajak. Jumlahnya bias terbilang cukup besar,yaitu sekitar seratus perusahaan yang menunggak pajak.Hal tersebut juga pernah diungkapkan oleh Ditjen pajak,dimana tunggakan pajak seratus perusahaan tersebut jumlahnya mencapai lebih dari Rp 17triliun. Perusahaan-perusahaan tersebut umumnya bergerak dibidang perbankan, pertambangan, perdagangan, penerbangan, semen, kertas dan lainnya.
Melihat data yang telah ada bersumber dari Ditjen Pajak yang disampaikan ke DPR, komisi keuangan DPR meminta agar Ditjen pajak tidak hanya melihat atau terfokus hanya pada satu kasus saja,karena selain kasus perusahaan penunggak pajak yang ada saat ini,masih banyak kasus yang terangkat di media,tapi juga dikerjakan. "Kami sudah meminta 100 penunggak pajak terbesar, kalau memang masalahnya ada di wajib pajak yang nakal, kami akan bantu," ujar Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng.(sumber: http://hotkaskus.blogspot.com)
"Kasus-kasus itu jangan dipolitisasi," ujar Mekeng(sumber: http://hotkaskus.blogspot.com).Karena bagaimanapun perusahaan penunggak pajak tersebut dapat segera melaksanakan kewajibannya,melunasi pajak. Namun demikian dari seratus perusahaan yang sebelumnya pernah menunggak pajak. Tiga duantaranya BUMN telah melunasi tunggakan pajak. Hal tersebut bisa merupakan suatu kabar baik,karena setidaknya perusahaan yang melakukan penungfgakan pajak sudah dapat membayar kewajibannya kepada Negara.