Kamis, 18 Maret 2010

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke DKI Jakarta

Jumlah Kunjungan Wisman Ke DKI Jakarta Bulan Juni Dalam Empat Tahun Terakhir

Grafik 1
Sumber: http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/component/content/article/176-latest/1434-pariwisata-dki-jakarta-3-agustus-2009


Umumnya para Wisatawan mengadakan perjalanan ke suatu tempat wisata adalah untuk menikmati keindahan pemandangan tempat tujuan wisata yang mereka kunjungi. DKI Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia menjadi suatu tempat tujuan para Wisatawan mancanegara dari berbagai negara. Kedatangan para Wisatawan Mancanegara (Wisman) itu pun mengalami perubahan setiap waktu. Tampilan pada grafik 1,menunjukkan tingkat perkembangan kunjungan Wisman yang mengunjungi DKI Jakarta dalam rentang waktu bulan Juni dalam empat tahun terakhir, yaitu pada tahun 2006, 2007, 2008, dan 2009

Dari grafik 1,dapat diketahui kunjungan Wisman ke DKI Jakarta menurun cukup tajam pada bulan Juni tahun 2007 dari tahun sebelumnya,Juni 2006. DKI Jakarta mendapat jumlah kunjungan Wisman tertinggi pada bulan Juni 2009. Kunjungan Wisman ke DKI Jakarta mempengaruhi pula pada perkembangan tingkat hunian tempat penginapan,seperti hotel berbintang. Grafik 2 menunjukkan Tingkat Penghuni Kamar (TPK) hotel berbintang satu, hotel berbintang lima maupun persentase tingkat penginapan gabungan dari semua hotel berbintang yang berada di Jakarta,pada rentang waktu bulan Mei dan Juni tahun 2009.

Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing dan Tamu Indonesia Hotel Berbintang
di DKI Jakarta, Bulan Mei 2009 dan Juni 2009

Grafik 2
Sumber: http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/tentang-jakarta/perangkat-daerah/185-berita-resmi-statistik/1435-pariwisata-dki-jakarta-3-agustus-2009-tabel-2-3-a-4-


Persentase tingkat hunian hotel berbintang satu pada bulan Juni tahun 2009 menjadi tingkat hunian terendah dari semua tingkat hunian hotel berbintang di DKI Jakarta . Hotel bintang lima mendapat TPK tertinggi dari semua TPK hotel berbintang satu pada tahun 2009. TPK hotel berbintang lima pada bulan Mei 2009 –pun mendapat persentase terbesar. Sehingga dapat dikatakan, TPK seluruh hotel berbintang satu samapai dengan bintang lima yang mendapat persentase tertinggi atau persentase yang terbaik adalah pada hotel bintang lima.

Senin, 01 Maret 2010

Banyaknya Perusahaan Penunggak Pajak

Di berbagai media cetak maupun elektronik saat ini banyak membahas mengenai perusahaan-perusahaan yang tergolong besar yang masih menunggak pajak. Jumlahnya bias terbilang cukup besar,yaitu sekitar seratus perusahaan yang menunggak pajak.Hal tersebut juga pernah diungkapkan oleh Ditjen pajak,dimana tunggakan pajak seratus perusahaan tersebut jumlahnya mencapai lebih dari Rp 17triliun. Perusahaan-perusahaan tersebut umumnya bergerak dibidang perbankan, pertambangan, perdagangan, penerbangan, semen, kertas dan lainnya.
Melihat data yang telah ada bersumber dari Ditjen Pajak yang disampaikan ke DPR, komisi keuangan DPR meminta agar Ditjen pajak tidak hanya melihat atau terfokus hanya pada satu kasus saja,karena selain kasus perusahaan penunggak pajak yang ada saat ini,masih banyak kasus yang terangkat di media,tapi juga dikerjakan. "Kami sudah meminta 100 penunggak pajak terbesar, kalau memang masalahnya ada di wajib pajak yang nakal, kami akan bantu," ujar Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng.(sumber: http://hotkaskus.blogspot.com)
"Kasus-kasus itu jangan dipolitisasi," ujar Mekeng(sumber: http://hotkaskus.blogspot.com).Karena bagaimanapun perusahaan penunggak pajak tersebut dapat segera melaksanakan kewajibannya,melunasi pajak. Namun demikian dari seratus perusahaan yang sebelumnya pernah menunggak pajak. Tiga duantaranya BUMN telah melunasi tunggakan pajak. Hal tersebut bisa merupakan suatu kabar baik,karena setidaknya perusahaan yang melakukan penungfgakan pajak sudah dapat membayar kewajibannya kepada Negara.